Pilih Rumah Atau Mobil?

Kemaren di Surabaya ngobrol2 dengan downline soal rumah, jadi pingin nulis pengalaman membeli rumah pertama kali dulu. Transaksi terbesar dalam hidupku, pada waktu itu, hehehe.

Setelah menikah di Januari 2005 aku dan istri ngontrak rumah petak di Buncit. Uang mahar untuk istri terpakai untuk bayar kontrakan rumah :D. Rumah petakan dengan 1 kamar tidur, ruang tengah, ada dapur kecil dan satu kamar mandi. Ruang tengah jadi ruang serba guna karena bisa buat menyimpan motor, nonton tv, naruh rak buku dan buku2 koleksi. Pintu kamar menghadap dapur. Di area dapur ada kulkashadiah dari sahabat istri dan lemari piring. Sampai hari ini kulkas dan lemari piring tersebut masih ada, hehehe. 

Suatu hari diajak ikut serta bareng kakak kelas melihat rumah yang mau dia beli di Depok. Rumah di sebuah komplek perumahan di Sawangan, Depok. Kurang lebih 25 km jaraknya dari kantor sampe ke lokasi rumah tersebut. Dari situ mulai terpikir untuk punya rumah juga. Dan mulai cari-cari info rumah. Proses nyarinya waktu itu sederhana sekali. Dengan bantuan google. Cek lokasi di peta untuk melihat jauh dekatnya lokasi dengan tempat kerja. Cek lokasi dengan info berita banjir supaya gak salah beli. Berbekal info itu singkat cerita meluncur ke lokasi, foto-foto, tanya harga, nego harga dan deal. Kami pun resmi punya rumah dan pindah ke Depok. Yang gak sederhana ya bayarnya, karena harus berhutang :D. Kali pertama dalam hidup berhutang dalam nominal yang besar. 

Semakin Ditunda (bisa) Semakin Tak Terjangkau

Rumah pertamaku harganya 81 juta rupiah. Rumah dengan luas bangunan sekitar 60 meter persegi dan luas tanah 98m persegi.  Sekarang rumah tersebut dihargai 350jt. Rumah tersebut di dalam komplek perumahan. Kompleknya kecil. Fasilitasnya: ada masjid, ada tanah lapang di samping masjid yang biasa untuk sholat Ied dan meyembelih kurban. Juga dipakai untuk kegiatan sosial seperti peringatan kemerdekaan RI tiap bulan Agustus. Dalam kurun waktu 10 tahun harga rumah naik hampir 5x lipat. Dengan kondisi rumah yang nyaris sama dengan 10 tahun lalu.

Dulu kakak kelas menasehati “daripada uang habis buat ngontrak rumah mending prihatin-prihatin dikit deh, ngirit demi bisa punya tabungan untuk uang muka rumah. Sisanya ya nyari pinjaman, hehehe. Sukur-sukur kalau dapat pinjaman lunak dari ortu”.  Ngarep :p

Tahun 2005 uang 81jt bisa beli rumah di komplek di kota Depok. Sekarang? Rasa-rasanya berat. Kalau lihat pameran rumah harga termurah dikisaran 300jt-an. Silahkan survey sendiri deh.

Oh ya aku ingat lagi. Di tahun yang sama juga tetangga di depan rumah petakan yang kutempati berniat menjual rumahnya. Gak tahu persis berapa ukuran rumahnya. Harganya kalau gak salah ingat antara 60 sampai 70 juta. Rumah di jakarta harga 70jt dibandingkan rumah harga 81jt di depok, kalan anda pilih mana? Hehehe

Pilih Rumah Atau Mobil?

Tahun ini Oriflame meluncurkan program kepemilikan rumah untuk konsultan yang mencapai level Diamond Director. Setahun sebelumnya program kepemilikan rumah hanya untuk konsultan yang mencapai level Executive Director. Program kepemelikan rumah ini bisa digunakan untuk pembayaran uang muka atau pelunasan KPR. Selain rumah bisa juga dimanfaatkan untuk akuisisi tanah atau apartemen. Untuk diamond director baru nilai bantuannya mengacu pada harga mobil Honda CRV tipe basic dan untuk executive director nilanya mengacu pada harga Mercedez Benz CLA200 Urban. Kalau dulu hanya ada program kepemilikan mobil, tapi sekarang bisa milih mau mobil atau rumah.

Punya “kendaraan dinas” Honda CRV atau Mercy CLA200 Urban sungguh keren banget. Banget bange banget. Di kantorku dulu yang punya kendaraan dinas CRV itu selevel General Manager atau Head of Division. Kalau kendaraan dinas director seingatku mercy, entah tipe apa. 

Jika disuruh memilih, mau mobil atau rumah dulu? Kalau aku jelas pilih rumah, karena mobil sudah ada. Kalaupun mobil belum ada aku juga lebih memilih rumah :D. Sederhana saja, … nilai rumah tiap tahun naik, sedangkan nilai mobil tiap tahun turun. 

Tapi kan keren punya Honda CRV atau Mercy CLA200?

Bener! Bukan hanya keren, tapi keren pake banget. 

Tapi ada harga yang harus dipertimbangkan untuk ongkos “keren” tersebut. Pajak mobil, konsumsi bahan bakar, biaya servis dan suku cadang. Servis dan suku cadang bisa dilupakan saat masa garansi. Tapi setelah masa garansi habis bersiap-siaplah :D. Pastikan penghasilan bulanan kita sudah pantas untuk mempunyai mobil tersebut. Karena jangan sampai karena demi tampil keren dengan mobil mewah kita menurunkan kualitas hidup kita yang lain untuk menutupi biaya operasional bermobil. 

Punya mobil kan punya aset, karna bisa dijual cepat sewaktu-wktu?

Bener, mobil lebih mudah dijual kembali daripada rumah atau tanah. Tapi lagi-lagi nilainya terus turun. Mau jarang dipakai atau sering dipakai, sama saja turun harganya. Justru menurutku rugi kalau punya mobil hanya dipakai weekend saja.

So, kalau jadi diamond dan belum punya rumah, lebih baik pilih rumah saja. Mumpung masih direntang usia produktif. KPR rata-rata 10 sampai 15 tahun lamanya. Kalau mulai nyicil rumah di usia 35 nanti akan selesai di usia 45 atau 50. Masih pas lha. 

Misalnya rumah yang mau dibeli harganya 750 juta. Uang muka dari program kepemilikan rumah let say dapatnya 300jt. Artinya jadi punya hutang 450 juta. Anggap saja bunga KPR 13% (saat ini bank syariah margin untuk kpr sebesar 13%) dan mencicil selama 10 tahun. Kira-kira cicilan perbulannya sebesar 6,7 juta. Asumsi bonus dari Oriflame perbulan sudah mencapai 20jt/bulan, Ups ... masih kurang gaji Oriflamenya euy! Besarnya cicilan maksimal adalah 30% dari penghasilan tiap bulan. Artinya harus nambah penghasilan lagi supaya bisa beli rumah seharga 750 juta, hehehe. Rumah seharga 750juta di kota pinggiran Jakarta rasanya sudah bagus. Dapat lingkugan yang tertata model cluster yang ada sekuritinya 24 jam. 

Jaman sekolah dulu sudah diajari tentang kebutuhan primer, yaitu pangan, sandang dan papan :). Percayalah, nanti mobil akan terbeli pas naik level jadi Senior Diamond atau Double Diamond. Cash award Senior Diamond ditambah cash award Double Diamond udah kebeli mobil baru yang layak pakai untuk menunjang mobilitas. Atau beli mobil seken yang lebih bagus speknya. Btw, pakai mobil seken juga enak kok asal udah punya rumah :D. 


Share artikel ini