Memimpikan Renovasi Rumah

Ketika director seminar tahun lalu di Bandung diumumkan perubahan reward program untuk Oriflamers yang sudah mencapai level Executive Director. Dari yang semula berupa car program BMW 320i Sport diganti menjadi Mercedez Benz CLA 200 Urban atau kepemilikan rumah yang senilai. Yup bisa milih, seru kannn? Bisa milih mobil atau rumah. Sebenarnya bukan hanya rumah. Bisa tanah, ruko, rumah atau bahkan untuk melunasi KPR. Terpikir saat itu, wahhh ini. Bisa jadi modal untuk renovasi rumah!

Anggota keluargaku berjumlah 5 orang. 2 anak perempuan dan 1 anak laki-laki. Rutin setiap bulan-bulan tertentu anggota keluarga menjadi 6 atau 7 karena kehadiran orang tua. Aku minta tolong ortu untuk jagain anak-anak pas keluar negeri bareng istri. Keluar negerinya rutin. Setahun 2x bulan madu diluar negeri :D. Rumah yang kami beli tahun 2010 sekarang ini rasanya udah gak muat.

Bener sih rumah bangunannya gede, sudah 2 lantai. Tapi lantai 2 lantainya masih dari triplek. Kamar-kamar di lantai 2 juga difungsikan sementara untuk gudang. Di saat masih membuka usaha kue makicakes jadi gudang peralatan bikin kue. Saat ini ketika sudah bisnis di Oriflame, isi gudang jadi bertambah karena bnyak properti untuk bikin acara yang harus disimpan :D. Pun kalau ada kamar kosong, rasa-rasanya lantai 2 menurutku belum nyaman untuk ditempati. Kalau siang panassss banget. Karena plafon yang rendah. Kebayang saat panas-panasnya musim kemarau berdiam diri di lantai 2, gerah bangetttt.

Dulu ketika anak-anak masuk kecil asyik-asyik aja tidur sekamar ramai-ramai. Tapi ketika mereka mulai besar, mulai butuh privasi. Kakak gak mau mainan dan buku-bukunya diberantakin adiknya. Si Adik tahunya maen aja :D.

Belum urusan kamar mandi yang cuma ada satu. Kakak sedang asyik mandi tiba-tiba digedor adiknya karena udah gak tahan kebelet pipis. Kakak merasa risih mandi sambil ada adiknya buang air. Hehehehe

Kintan sudah kelas 6, sudah punya kamar sendiri. Walau masih suka tidur rame-rame tapi sudah merasa punya otoritas. Adik-adiknya dilarang masuk ke kamarnya karena hanya mengacak-ngacak maenan di kamar. Tullisan larangan masuk ditempel di pintu kamar :D.

Kinar tahun ini masuk kelas 1 SD. Sebentar lagi akan mulai seperti kakaknya. Mulai bisa membaca dan menulis dan akan mulai menumpuk buku bacaaan.

Bagas masuk usia 4 tahun. Sukanya mengusilin apa aja yang dipegang kakak-kakaknya :D.

Kamar yang layak untuk anak hanya ada 1, dan dipakai sebagai kamar Kintan. Butuh 2 kamar lagi untuk anak dan 1 kamar tamu jika ortu datang. Butuh tambahan kamar mandi karena nanti akan sering terjadi rebutan kamar mandi. Butuh gudang untuk menyimpan properti pendukung pekerjaan. Butuh ruang kerja yang nyaman agar makin produktif sambil bisa memantau anak-anak maen dirumah. Dan gak akan habis butuhnya. Eh itu butuh apa pingin? Hehehehe

Yang jelas ini adalah kode keras banget bahwa sudah saatnya rumah direnovasi dengan desain yang menyesuaikan kebutuhan keluarga sampai setidaknya 10 bahkan 15 tahun kedepan.

Pertanyaannya, ... dan ini amat sangat sensitif plus bikin deg-degan … BERAPA BIAYA RENOVASINYA, UANGNYA ADA GAKKKKK?

Hmmm, ada gak ya uangnya? Berapa sih biaya renovnya kok sampai keder soal uang?

Tunggu cerita berikutnya :)


Share artikel ini