Logika Bisnis MLM Oriflame

Hehehehe, gara-gara dulu ketika sekolah di STM diajari ilmu logika digital jadi semuanya harus dipikir logis :D. Juga ketika ingin bergabung di bisnis MLM Oriflame juga sama. Kenapa harus tupo, kenapa harus merekrut, dan kenapa harus membina. Dan memang logis banget kok bisnis Oriflame ini, semuanya masuk akal. Yang sekarang saya tulis adalah logika basic atau dasarnya. Kita berangkat dari pondasinya dulu ya :)

Oh ya, tulisan ini bisa dilihat di facebook juga, bisa dicari menggunakan hashtag #LogikaBisnisMLMOriflame.


Misalnya saya jualan bakso. Baksonya enak. Jualannya laris. Saya dapet keuntungan dari jualan itu.

Lalu ada teman yang datang ke saya "Maki, mau dong diajarin jualan bakso kayak gitu, Maki beli bahannya dimana dan gimana cara jualannya?" Lalu saya kasih tau, sehingga dia bisa membuka usahanya sendiri.

Saya sebagai orang yang merekomendasikan dimana beli bahannya dan ngajarin cara jualannya, dapet komisi dari tempat saya membeli bahan-bahan bakso itu.

Si orang yang saya ajarin jualan bakso itupun akhirnya jualannya laris juga. Dia bisa menghasilkan uang juga. Lalu ada orang yang nanya ke dia "gimana caranya bisa punya usaha begini juga?"

Lalu dikenalkanlah ke saya sebagai yang awalnya jalanin usaha ini, lalu sama-sama kami yang udah duluan jualan bakso ngajarin si orang baru ini membuka usaha baksonya. Dan berulang kemudian orang itu bisa membuka usahanya dan seterusnya ngajarin orang lain juga. Sehingga banyak akhirnya yang dapetin penghasilan dari jualan bakso.

Tentu semakin banyak yang jualan bakso akan meningkatkan persaingan. Tapi ingat, rejeki tidak akan tertukar. Dulu gak ada handphone, sekarang ada, bisa pesen bakso pake sms. Dulu gak ada internet, sekarang bisa bikin web untuk promosi warung bakso kita. Setiap masa punya tantangannya masing-masing, tinggal kreativitas kita yang menentukan.


"Coba kalau semua orang join Oriflame, misalnya orang se-Depok ada 8 juta orang semua join Oriflame, pasti yang paling bawah tuh yang paling menderita."

Pernyataan di atas itu sama kayak begini:

"Kalau semua orang jadi dokter, siapa dong yang akan jadi pasiennya?"

Kenapa gak pernah ada yang mempertanyakan begitu? :) Kenapa sudah tau jadi dokter itu masa depannya cerah tapi tidak semua orang bisa jadi dokter? Iya, karena PILIHAN HIDUP!

Melogika dengan pertanyaan paling atas itu tidak tepat, karena bisnis MLM Oriflame ini hanya salah satu profesi aja, kalau itung-itungannya kayak gitu, sangat nggak tepat analoginya :)


"Orang yang ada di paling bawah atau yang gabung belakangan mereka akan dirugikan"

Tergantung.

Kalau anda join bisnis ini dan tidak melakukan apa-apa tapi berharap hasil akan mengalir deras, mending jangan gabung, karena hal itu nggak pernah terjadi!

Bisnis MLM Oriflame ini bisnis yang riil yang perlu dikerjakan dengan capek, keringetan, darah dan airmata, sebagaimana hal yang dilakukan oleh para pebisnis yang ingin BISNISNYA SUKSES.

Anda tidak bisa pakai mental sebagai orang yang santai dan hanya menunggu keajaiban datang. Anda harus kerja keras, kepala jadi kaki, kaki jadi kepala ketika merintis bisnis ini. Iya saya ngalamin, makanya bisa cerita kan :).

Di awal bergabung anda akan di bawah, sendirian, tidak punya rekan kerja, tidak punya bonus. Anda HANYA BISA NAIK kalau anda BEKERJA KERAS melakukan pekerjaan yang seharusnya anda kerjakan. Berkembang atau tidaknya jaringan anda itu tergantung usaha anda untuk belajar, menjadi pintar sehingga bisa memintarkan jaringan anda, sehingga bisnis mereka maju dan berkembang, yang artinya anda juga akan berkembang.

Seorang Manager di departemen tertentu di perusahaan akan punya performance yang bagus kalau dia bisa memimpin teamnya dengan bagus. Benar tidak?

Anda buka franchise. Anda perlu maintain partner-partner anda supaya mereka menghasilkan performance yang bagus sehingga omsetnya bagus, bukan?

Di Oriflame juga sama seperti itu.


"Bisnis MLM itu mengiming-imingi orang yang mimpi di siang bolong untuk menjadi jutawan"

Setiap bisnis MLM berbeda, sistemnya berbeda. Kalau yang lain nggak tau, taunya cuma Oriflame aja karna cuma jalanin satu dan gak tolah-toleh ama yang lain.

Begini cara berpikirnya. Misalnya, Anda punya teman yang kaya banget. Ternyata bapaknya punya perusahaan minyak yang nggak habis buat 7 turunan.

Anda mau kaya seperti teman anda gimana caranya sedangkan bapak anda bukan juragan minyak? Tidak bisa, maka lupakan mimpi anda jadi kaya dengan cara tersebut. Karena hal itu TIDAK BISA DITIRU.

Anda punya teman lagi kaya banget. Ternyata dia punya bisnis keluarga turun temurun dari keluarganya. Anda lihat diri sendiri, orangtua nggak menurunkan bisnis apa-apa. Anda bisa membangun bisnis anda sendiri sampai sebesar punya keluarga teman anda itu kalau anda mau MENIRU cara suksesnya. Lakukan kalau mau.

Anda punya teman lagi yang berhasil juga. Ternyata dia jalanin bisnis Oriflame ini. Daftarnya gak sampe 50ribu. Setiap bulan harus menghasilkan omset 600an ribu yang itu bisa dengan jualan atau dipakai sendiri. Anda merasa bisa. Anda punya modalnya. Teman anda mau mengajari dan mendampingi. Anda mencoba. Anda akhirnya bisa seperti dia. Anda berhasil seperti teman anda.

Tergantung anda mau mimpi sambil bekerja apa enggak, kalau hanya mimpi, selamat, itu namanya mimpi di siang bolong :). Nggak akan terjadi apa2. Tapi kalau anda mau bekerja sungguh2, inshaAllah cepat atau lambat anda akan memetik hasilnya :)


Bisnis Oriflame ini adalah salah satu PELUANG USAHA.

Apakah yang namanya peluang usaha itu? Coba kita beli majalah-majalah informasi franchise, mereka menawarkan peluang usaha, berapa modalnya, apa yang harus disiapkan, kapan perkiraan balik modalnya (itu hanya akan terjadi kalau bisnisnya berjalan dengan bagus).

Apakah tidak ada resikonya?

Bisnis franchise pun bisa tutup.

Bisnis kue saya bisa gak menghasilkan omset kalau saya nggak kerjain? Kalau sekarang memang sedang off jualan kue.

Tidak ada bisnis yang tidak ada resikonya saudara-saudara. Tapi resiko itu bisa besar atau bisa kecil, bisa diminimalisasi pakai persiapan, pakai strategi, pakai sabar, pakai ikhlas.

Tidak ada seorang pun yang bisa menjamin anda akan SUKSES atau GAGAL dalam bisnis anda, APAPUN BISNISNYA. Anda sendiri yang menentukan.

Anda punya pemikiran, bisa mengambil keputusan, ya digunakan. Kalau mau sukses dengan bisnis anda, banyak-banyaklah belajar mempelajari bisnis anda sendiri, jangan banyak-banyak mendramatisir situasi, atau sibuk menilai-nilai bisnis orang lain.

 

 

Share artikel ini