Kulitku Terbakar Sinar Matahari

Rutinitas saya tiap hari selain kerja bareng Maki adalah antar-jemput Kinar. Kinar maunya naik motor kalau ke sekolah, karena lebih cepat sampai. Kalau naik mobil dan kena ac plus macet bisa tertidur :D.

Habis jemput Kinar sebelum sholat Jumat tadi lihat tapak tangan bagian atas. Rupanya kulitku terbakar akibat paparan sinar matahari, warnanya lebih gelap dibandingkan warna tangan. Karena tiap naik motor tidak pernah pakai sarung tangan dengan alasan praktis, toh juga sekolahnya gak terlalu jauh dari rumah. Lagian juga gerah rasanya naik motor dengan full protector. Tapi rupanya sinar matahari di negara tropis memang dasyat.

oriflame-sunzone-spf50.jpg

Lihat telapak tangan. Kulit yang sudah coklat gelap makin gelap dan tekstur kulitnya jadi seperti keriput, hiks. Area tangan dibelakang gelang terlindung jaket. Difoto barangkali kurang terlihat. Tapi kalau dilihat dengan mata langsung akan kelihatan efek sun burn. Kalau kulitnya ditekan kelihatan banget teksturnya berubah. Mungkin ini yang disebut penuaan kulit, karena kulit terlihat keriput.

Baru ingat kalau Oriflame juga mengeluarkan produk untuk melindungi kulit dari paparan sinar matarahi yang merusak. Oriflame Sun Zone SPF50. Baru ingat kalau dulu pernah beli, tapi hanya dipakai pas kegiatan outdoor yang seharian. Rupanya untuk antar-jemput naik motor diperlukan juga :).

Saya baca di www.skincancer.org rekomendasi cream pelindung kulit dari terbakar sinar matahari adalah diantara SPF30 dan SPF50. Tapi yang terbaik ya kombinasi antara memakai sarung tangan dan cream sunblock untuk full protection. Senin depan harus full protection kalau naik motor antar-jemput Kinar.

Asli gak enak banget dilihat kalau pakai baju lengan pendek trus ada belang antara tangan dan tapak tangan, apalagi pas datang diacara resmi, hehehe.

 

 
 

Share artikel ini