Saya gaptek dan gak ngerti komputer, apa bisa sukses di bisnis network marketing?

Suatu siang saya nguping Maki yang sedang serius nonton video di youtube. Maki seneng banget mencari video-video yang bisa jadi inspirasi kerja. So, saya kasih tahu ya, salah satu rahasia kerja Maki adalah rajin nonton youtube! :D

Ok, ini video yang kemaren ditonton Maki dan sekarang akan saya coba translate buat teman-teman semua :). Tentu tidak saya terjemahkan kata perkata, tapi saya coba dengar satu kalimat atau paragraf utuh baru saya tulis lagi. 

Video wawancara Eric Worre dengan Conchita Vargas Lugo.

Siapa itu Eric Worre? Eric Worre itu sebut saja biangnya Network Marketing di Amerika sana.  Dia orang yang sangat sukses di network marketing, dan dia juga banyak membagi ilmunya lewat youtube. Bisnis dia saat ini adalah menjagi network marketing guru di Network Marketing Pro. Kalau ingin tahu profilnya, silahkan googling sendiri ya :D

Sekarang ke profil tokoh utama dalam video wawancara ini, Conchita Vargas Lugo. Wanita, orang tua tunggal berusia 56 tahun asal Meksiko. Punya penghasilan jutaan dolar dari bisnis network marketing. Belum pernah bergabung di bisnis network marketing sebelumnya. 

Eric Worre didampingi seorang penerjemah dari bahasa Spanyol ke Inggris untuk wawancara ini. 


Berikut ini translate dari wawancara Eric Worre dan Conchita Vargas Lugo

Eric Worre:

“Ceritakan latar belakang Anda sebelum terjun ke bisnis network marketing. Saya tertarik sekali dengan kisah Anda.”

Conchita: 

“Saya sudah terjun ke bisnis tradisional sebelum bergabung di network marketing. Saya punya bisnis franchise dan mempunyai 60 outlet dan saya juga terbilang sukses dibisnis trasional tersebut. Tentu saja bukan dilevel sukses yang sama dengan saat ini di network marketing.  Sebelumnya saya tidak pernah berpikir bahwa bisnis franchise saya rapuh, serapuh kesehatan saya. Suatu hari saya sakit, dan hanya dalam 3 tahun bisnis franchise saya hancur. Saya jatuh dan bangkrut. 

Tapi saya tidak menyerah, dan tidak pernah mau menyerah karena pada saat itu anak saya Paula akan masuk universitas. Saya berdoa kepada Tuhan untuk memberi petunjuk, dan rupanya Tuhan mengirimkan network marketing sebagai jawaban doa saya. Sebelumya saya punya persepsi yang salah tentang network marketing.

Saya pernah 3 kali sakit kanker. Ketika dalam kondisi sakit, saya teringat anak saya Paula, saya ingin sekali menjadi pelindungnya karena saya orang tua tunggal. Orang bilang di network marketing anda bisa mendapat residual income ketika anda mencapai level tertentu. Saat itu banyak yang bilang saya tidak akan bisa mencapai level sukses tersebut. Tapi karena banyak yang bilang seperti itu, makanya saya makin tertarik untuk mengerjakannya. 

Saya fokus kepada tujuan saya, yaitu menjadi diamond director di perusahaan saya. Seberapa fokus saya? Saya menganalogikannya seperti memakai kacamata kuda, dimana saya tidak bisa melihat kekiri dan kekanan, saya hanya melihat kedepan. Saya komit dengan tujuan saya menjadi diamond director. Saya sadar bahwa saya tidak bisa berbahasa inggris, saya sangat jarang menggunakan komputer, bahkan tidak pernah mengoperasikan power point. Pokoknya saya fokus pada tujuan saya. 

Orang bertanya, bagaimana anda bisa naik level dengan cepat? 

Dalam 5 minggu saya mempunyai downline sebanyak 1200 orang. Dan saya bisa mencapai kualifikasi diamond director”

Eric Worre:

“Tunggu! Dalam 5 minggu Anda bisa mengajak 1200 orang dalam jaringan Anda?  Wow! Berapa lama Anda sudah di bisnis network marketing?”

Conchita:

“11 tahun.”

Eric Worre: 

“Tapi tentu itu bukan Anda yang merekrut semua orang kan? Itu adalah kerja team Anda. Berapa orang yang Anda rekrut langsung dalam 5 minggu itu, 11 tahun lalu?”

Conchita:

“Sekitar 400 sampai 500 orang”

Eric Worre:

“Wwwhat?” Sambil takjub 

Conchita: 

“Ketika orang bilang kamu fokus dulu kepada hot list atau orang terdekat dalam lingkaran personal kita. Tapi saya tidak melakukan itu. Saya tidak punya hot list karena orang yang berada dalam hot list saya pasti akan menolak jika saya prospek karena dia kenal dengan saya, dia tahu saya. Dia tahu saya sakit kanker. Siapa yang bergabung dengan orang yang sedang sakit dan dalam kondisi bangkrut (di bisnis franchise sebelumnya). Jadi saya harus pergi keluar untuk memprospek, prospek dijalanan.

Eric Worre:

“Ceritakan kepada saya bagaimana anda melakukannya.”

Conchita:

“Iya, saya keluar rumah, saya melakukan prospecting di jalan.”

Eric Worre:

“Apakah anda ketika dijalanan dan ketemu orang, kemudian senyum dan say hello lalu anda prospek? Ceritakan lagi bagaimana Anda melalukan prospecting”

Conchita:

“Contohnya ketika saya pergi ke supermarket, dan saya belajar untuk berbicara kepada siapapun. Saya biasanya menuju ke tempat buah-buahan atau sayur dan membuka obrolan dengan orang yang saya temui.

Saya biasa membuka pembicaraan dengan meminta pendapat dari orang tersebut bagaimana memilih buah atau sayur bagus. Setelah itu saya bilang bahwa saya sangat berterima kasih dan menghargai bantuan dia. Kemudian saya bercerita bahwa saya bekerja di perusahaan yang berhubungan dengan nutrisi, dan saya bercerita perusahaan saya akan mengadakan event tentang makanan sehat, tapi saya belum tahu pasti tanggalnya. Saya bilang kalau anda memberikan kontak anda, nanti akan saya kabari tentang acara tersebut. Lalu saya akan mencatat kontak yang dia beri. Kemudian saya akan bertemu face to face dengan kontak-kontak saya tersebut.

Kenapa harus face to face? Karena menurut saya tanpa ada pertemuan tatap muka daftar kontak tersebut tidak ada gunanya. Ketika saya bertemu dengan daftar kontak-kontak saya, mereka juga akan mengingat saya. Bertemu dengan cara tatap muka seperti ini peluangnya lebih besar. Biasanya saya bertemu 20 kontak dalam sehari, tapi juga bisa lebih. Tergantung dari goal pribadi saya dan apa yang sedang ingin saya capai. 

Ketika saya ingin team saya melakukan sesuatu, saya yang harus melakukan hal tersebut terlebih dahulu."

Eric :

"Wow! Menurut saya yang menarik adalah Anda membuat standar untuk orang-orang diluar sana, yang sudah puas dengan merekrut 2 orang, atau 10 orang.

Sejak anda bergabung di perusahaan anda, sudah berapa orang yang anda rekrut secara personal?"

Conchita:

“Lebih dari 2000 orang.”

Eric:

“Lebih dari 2000 orang! Semuanya dengan dengan pertemuan tatap muka?”

Conchita:

"Ya begitulah cara saya bekerja."

Eric:

“Berapa banyak orang yang tergabung dalam jaringan Anda?”

Conchita:

“Kira-kira 30000 orang.  Saya sering memperbarui tim saya. Sebagai contoh, saya mengajak 20 orang dalam tim. Saya training secara intensif selama 8 hari. Di delapan hari pertama tersebut saya ajari bagamana cara kerja saya. Setelah 3 sampai 6 bulan mereka akan saya lepas dan menjadi leader yang independent."

Eric :

“Saat ini anda menjadi leader nomor 1 di perusahaan anda di wilayah amerika utara, dan nomor 3 diseluruh dunia atau global. Anda membangun jaringan sendiri dan sebagai orang tua tunggal bagi anak Anda. Nasihat apa yang akan Anda sampaikan kepada para wanita diluar sana yang sedang  membangun organisasi dan bisnisnya.“

Conchita: 

“Saya percara, wanita adalah kekuatan di dunia ini. Wanita kuat karena perasaannya, walau hal tersebut juga kadang menjadi hal yang membatasinya. Saya katakan pada semua wanita, apapun latar belakang anda, apapun cerita kehidupan anda dimasa lalu, jadikan itu pendorong kesuksesan anda. Jangan simpan semuanya sendiri. Saya punya banyak kesedihan dalam hidup saya dimasa lalu. Tapi kita bisa memilih menjadikan semua masa lalu itu sebagai alasan untuk gagal atau menjadi sukses dimasa saat ini dan masa depan. 

Banyak yang tidak percaya bahwa organisasi/jaringan saya bisa berkembang dengan cepat. Saya ingin membuktikan bahwa tanpa menguasai bahasa inggris, tanpa menguasai teknologi dan komputer, saya bisa sukses. Saya ingin memberi contoh kepada orang bahwa dengan keterbatasan saya seperti ini, kita bisa sukses di bisnis network marketing. Orang tua saya, kakek nenek saya menghasilkan uang dengan tangan mereka, tanpa komputer, tanpa telpon selular, Bagi saya network marketing adalah tentang membangun personal connection. Dan hal tersebut saya bangun dengan tutur kata dari dalam hati. Ceritakan cerita kehidupan dan latar belakang anda, cerita itu yang membuat anda berbeda dan ‘menjual’."

Eric Worre:

“Apakah ada saat-saat yang berat bagi anda menjalan bisnis network marketing?”

Conchita:

"Di tahun 2004, disaat itu jaringan saya sempat drop, pendapatan saya turun. Tapi anak saya Paula adalah penyemangat saya. Dan saya tetap fokus. Saya bilang kepada Paula bahwa saya akan membangun tim di bagian utara Meksiko. Saya terus bekerja membangun leader dan jaringan saya karena saya yakin diluar sana pasti ada orang yang mencari peluang. 

Pada akhirnya saya bisa bangkit. Organisasi saya menjadi ketiga terbesar di perusahaan saya. Dan saya masuk dalam jajaran top leader.

Penting bagi anda untuk menjadi contoh, bukan hanya omongan saja, tapi tanggung jawab anda kepada orang-orang yang berada dalam tim anda.

Saya dikenal bukan sebagai leader yang menyenangkan dan populer di tim saya.

Eric Worre:

“Tadi Anda bilang bahwa kadang Anda berlaku sebagai leader yang tidak populer bagi tim anda? Apa maksudnya?”

Conchita:

“Saya tidak berusaha menjadi pupoler, tapi lebih penting bagi anda untuk bertindak dengan benar. Saya sangat berjuang untuk menjadi nomor satu di perusaaan saya, itu yang penting bagi saya. Bukan menjadi populer leader. Penting bagi saya untuk ada bagi anak saya. Saya berjanji kepada Paula sejak dia lahir, bahwa saya tidak akan pernah meninggalkannya sendiri. Sekarang kehidupannya jauh baik, dia bisa melakukan apa yang dia inginkan. Saya juga akan terus berusaha memberi manfaat kepada komunitas saya. Saya ingin dikenang seperti itu ketika nanti saya meninggal. Saya tidak akan mengubah dunia, tapi saya bisa mengubah kehidupan saya dan lingkungan saya menjadi lebih baik."

Eric Worre:

"Saya minta tolong kepada Anda untuk melihat kepada kamera. Sampaikan nasehat anda kepada ribuan orang yang saat ini sedang didepan komputer menonton wawancara ini. Sampaikan nasehat Anda kepada mereka yang ingin sukses seperti Anda. Mereka ingin belajar dari Anda bagaimana Anda membangun bisnis."

Conchita:

"Saya punya pendapat, hal mendasar yang dibutuhkan adalah menjadi diri sendiri. Ini teori saya. Kita terbagi menjadi 3 ruang kehidupan, yaitu mind, body dan spirit. Kita sering mengabaikan ketiganya, atau mungkin dua diantaranya. Anda harus memperhatikan 3 hal tersebut. Anda perlu membersihkannya, memberikan mengisinya (dengan ilmu). Anda akan melihat betapa besar potensi anda jika ketiga hal tersebut bersih dan berisi. 

Jika ketiga bagian tersebut terisi anda bisa menjadi hero. Anda perlu menjadi hero bagi diri anda sendiri. Ketika anda menjadi hero anda akan bisa mengajak hero-hero yang lain mengikuti anda. Anda perlu menulis cerita sukses anda sendiri.

Anda juga harus berani bercerita kehidupan anda, latar belakang anda bergabung di network marketing. Karena cerita tersebut yang akan membuat anda berbeda dan orang akan bergabung kepada anda.

Anda bisa punya perusahaan terbaik, kompensasi atau success plan terbaik, produk terbaik, … tapi jika anda tidak memperhatikan 3 aspek diri anda tadi, semua itu tidak akan ada artinya.

Anda harus keluar rumah dan berjuang untuk masa depan Anda."

Eric:

"Terima kasih Conchita."


Keren ya!

Beliau memulai bisnis MLM 11 tahun lalu, kalau ditarik mundur berarti tahun sekitar 2004. Naik cepat, kemudian sempat drop, tapi bisa lekas bangkit dan saat ini menjadi top leader di perusahaannya. Mempunyai penghasilan jutaan dolar. 

Beliau memulai diusia yang tidak muda. Memulai di usia 45 dan menjadi bukti nyata, bahwa yang senior tidak mau kalah dengan yang unyu-unyu, hehehehe. 

"Saya gaptek mbak, saya gak ngerti komputer dan online. Gimana dong rekrutnya?" Jika ada yang masih ngeluh seperti itu yuk ngaca dengan ibu ini :D. Saya yakin disekitar kita banyak ibu-ibu yang serupa dengan Conchita, serupa semangat dan kegigihannya dalam memperjuangkan kesejahteraan keluarga.

Selamat hari Senin dan bersiap menyambut Ramadhan, semangat!!!

 

 
 

Share artikel ini