From Cilodong to Dubai

Burj Al Arab, hotel paling prestisiun di Dubai

Sejujurnya saya deg-degan dari mulai diumumin dapet tiket, hahahaha.... Kalo orang jawa bilang kemringet, tangan basah saking deg2annya mulai berangkat dari rumah. Oh iya, saya dan suami berdua di Jakarta (Depok) statusnya perantau, semua keluarga ada di Jawa Timur. Sempet bingung juga nanti anak-anak sama siapa karena Agustus kemaren semua orangtua dan mertua masih bekerja semua, tidak bisa di"IMPOR" untuk menemani cucu2 selama ditinggal.

Dulu ketika mengejar tiket ini, saya ga mikir macem2, yah pokoknya dapet tiketnya dulu deh, baru nanti anak2 dititip dimana mikir belakangan, wkwkwk... Akhirnya saya titipkan ke bapak ibu mertua di Malang, saya tinggal kembali ke Jakarta dengan berderai airmata karena belum pernah pisah dengan anak2 sebelumnya. Ga apa2, ga setiap hari, menikmati hasil kerja keras sebentar, untuk kembali ke anak2 dengan kondisi yang lebih segarr .

Ngerjain Oriflame dengan sepenuh hati sejak hari pertama bergabung. Kenapa? karena sudah memutuskan inilah kendaraan yang saya yakini bisa menebus impian-impian saya yang tertunda. Minta ijin suami dengan segala persiapan argumentasi pun saya jalani, biar saja, toh nanti suami juga tau demi siapa saya bekerja keras di Oriflame ini.

Kalau nggak Oriflame-an entah kapan bisa jalan-jalan hanya berdua dengan suami. Ya kalo ke pasar beli sayur berdua sih sering, tapi kalo momen pergi berdua hanimun fasilitas bintang 5 keluar negeri dengan status bener2 LIBURAN melepas LELAH ya alhamdulillah BELOM PERNAAAHHH (kasihan), pernah dijanjiin ke Belanda tapi tarsok2 terus, wkwkwkw... (sekalian tulis aja mumpung orangnya baca, kekeke).

Bertambah-tambah yakinnya bahwa saya bisa jemput tiket perjalanan ini setelah bunda Astri berhasil ke Stockholm tahun lalu bersama suami. Tidak bahagia sendirian tapi bahagianya berdua, dengan orang tercinta, yang sangat istimewa di hati kita... 

Kami menginap di hotel Atlantis, di Palm Jumeirah. Hotel dengan tema laut.

Tiket ke Dubai ini kalau diuangkan kira2 31juta per orangnya. Kalau 2 orang, berarti 62juta. Murah yaaaaa... 

Kalau uang segitu, misalnya punya, sayang dihabiskan dalam 1 minggu. Alhamdulillah, gratis dan sudah disiapkan semua fasilitasnya oleh Oriflame, tinggal setor paspor saja dan bawa uang sakunya.
Ngelewatin petugas imigrasi pertama kali. Biarpun nggak disenyumin, saya senyum lega denger bunyi jedokkk! paspor saya dicap. Impian ngecap passpor pertama kali, tercapai. Punya visa pertama, dan visanya sebagai TURIS, ahhh udah naik kelas kehidupan saya, akan setahun 2x ngalamin spt ini sejak jadi Diamond. Terimakasih Oriflame dan d'BCN. Alhamdulillah ya Allah...

Biarlah orang bilang yang Oriflame-an itu mimpinya ketinggian, kalo nggak berani mimpi manalah mungkin saya yang lulusan STM dan ibu 3 anak ini bisa mengalami spt ini, mungkin masih tetap dengan rutinitas tanpa henti tiap hari, tidak punya waktu untuk mengapresiasi diri sendiri, tidak sempat bergaul, tidak sempat pergi berdua dengan suami.

Mlongo-mlongo sampai di Dubai, kalo kata bunda Astri, ndeso berjamaah, kekekek... From Tulungagung City, Pojok Village (desa Pojok nama desa saya), goes to Dubai, from Cilodong (nama desa saya yang sekarang) GOES to DUBAI beibiihhhhhh!!!! behhhhh, bahagiaaaaaPerasaan tidak bisa dibayangkan. 
Biasanya di jalan tol Cikampek liat singkong peyeum digantung2 di toko oleh2, di Dubai lihat emas segede2 peyeum digantung di etalase2 toko, hahahahhahaa. Biasanya pakai daster, belajar pake wedges pertama kali, pake sepatu, pake dress, hiahahhaa. Lihat orang2 dari negara lain, bule2, wiihhhh... Dikit-dikit nanya ke suami, "nanti butuh surat2 apa? aku ngga ngerti lho, nanti jangan jauh2 yaa".
Nyiapin baju2nya yang mau dibawa (kebanyakan beli baru, gapapa, bu Diamond, apresiasi diri sendiri, I deserve it :D).

Dipinggir kota Abu Dhabi

Kalau tidak berani mimpi mungkin harus nunggu saya dan suami pensiun nanti di umur 50 tahun ketika kami sudah tidak kuat bekerja dan tidak bisa bekerja, baru menikmati masa istirahat, yang belum tentu juga istirahat karena anak-anak pasti butuh biaya makin besar, dan fisik kami sudah tidak sebagus ketika muda dulu, mungkin sakit, dll. Waktu tidak bisa diputar ulang.

Bisnis itu adalah berani bermain dengan resiko, artinya dalam perjalanannya tidak ujug2 mulus dan berhasil semua, banyak gagal2nya, tapi bagaimana kita bisa bangkit dengan tegap dari setiap kegagalan kita dengan rasa bangga dan tidak kehilangan antusias sedikitpun. Jika tidak mau ada resiko jangan berbisnis. Demikian juga dengan bisnis Oriflame. Jika tidak mau ngerasain ditolak orang, tidak mau pusing belajar ilmu2nya, tidak mau belajar berbicara dengan orang lain, tidak mau mencoba hal baru, tidak mau capek dan susah di awal, tidak usah memimpikan hidup bisa berubah.

Karena hidup saya berubah, ketika saya memaksa diri untuk berubah, dari segi cara berfikir, cara bersikap, cara mengatur waktu dan cara melihat hambatan sebagai tantangan.... 

Terimakasih jaringan saya tercinta, menerima saya dengan segala kekurangannya, atas kerjasama yang indah shg saya bisa menikmati jalan2 ini.....

Yuuk semangat semangaatttt!

Sama2 terus belajar dan saling menepuk pundak teman2 di kanan kiri kita, bahwa kalau ada yang BISA, teman2 juga PASTI BISA!



---

Yulia Riani/Andri Wibowo
email : makidanpaki@gmail.com
FB Page : makidanpaki
BBM : 7571F860
LINE ID : dryae




Share artikel ini