Dubai, I'm in love (again)

Sugeng Enjing! Selamat Pagi!

Apa kabar teman-teman Oriflamers semua, pastinya kabar baik dong. Alhamdulillah, ... luar biasa ... Allahu Akbar!

Hari ini kebagian tuk menulis cerita dari perjalanan ke dubai yang lalu, bareng permaisuri diajeng Yulia Riani. Hohoho, ... bulan madu yang tertunda :p

Sebelumnya, perkenalkan, nama saya Andri, teman-teman di komunitas sepeda memanggil saya dengan Dry karena saya suka pake nickname dry ae, di komunitas treking ada yang memanggil saya dengan nama Bruno ... karena saya ngefans dan seneng pake topi ala Bruno Mars :D. Tapi teman-teman istri biasa memanggil dengan sebutan Paki, pasangan dari Maki.

Ok Ok ... cukup kenalannya.

Well ...

Mmmm ...


Dubai ...

Foto berdua di Hotel Atlantis, tempat kami menginap

Ya, perjalanan ke Dubai yang lalu pasti membawa cerita indah, namanya juga bulan madu yang tertunda.

Dulu ... ketika saya dikirim sama kantor tempat saya bekerja ke eropa, sepulang dari sana saya sempat berujar ke istri, "say ... kapan-kapan kita jalan2 ke Paris, tapi lewat Belanda saja, karena tiketnya lebih murah". Tahun demi tahun berlalu, tiket ke Belanda belum terbeli juga, hihihihi ... hiks hiks. Sampai akhirnya datang kabar gembira, diajeng mengabarkan kalau dapat 2 tiket ke dubai. WOW! ... Oriflame is REAL! Itu yang terbersit dihati pada saat itu. Beneran ya rupanya :).

Mundur ke tahun 2011 , saat kami sedang duduk berdua di teras rumah. Istri tiba-tiba bilang ingin bergabung ke MLM Oriflame. WHAT? Ada apa dengan istri saya? Bagaimana dengan MAKICAKES yang sudah kami rintis , jatuh bangun, susah senang bersama? Boleh dibilang MAKICAKES pada saat itu termasuk celeb di dunia kue. Masuk liputan tv sudah, majalah sudah, buku sudah. Warga negeri jiran sampai datang ke Depok untuk belajar. Dengan segala argumen dan diskusi akhirnya saya kembalikan semua ke istri. Saya sempat agak keki dengan pelaku MLM yang tidak profesional, yang kebetulan saya kenal dan sering berinteraksi. Saya cerita ke istri waktu itu sambil mengutip slogan dari pendiri google, don't be evil.

Agustus 2013 ... saya baca agenda acara di dubai. Saya penasaran dengan acaranya Gold Conference Oriflame ini. Rasa penasarannya mengalahkan rasa ingin tahu seperti apa kota Dubai yang bandaranya wow sekali. Teman yang sering travelling keluar negeri bertanya berapa lama stay di dubai, saya jawab sekitar seminggu. Bosen bosen deh kata dia. Tapi begitu saya kasih tahu nginepnya di hotel Atlantis di Palm Jumeirah responnya langsung berubah 180 derajad :D. Gak maen-maen nih Oriflame memberi fasilitas buat konsultannya!

Sesampai di hotel dan setelah istirahat sejenak di kamar, kami berjalan-jalan menikmati fasilitas yang ditawarkan hotel Atlantis. Menikmati The Lost Chamber, yaitu versi modern dan keren dari Sea World di Ancol.  Pasti anak-anak seneng diajak kemari!
Disela-sela acara utama Gold Conference kami juga jalan-jalan sight seeing menikmati kota Dubai dan Abu Dhabi.

Dubai dan Abu Dhabi yang semula didominasi lautan pasir dan tanah gersang disulap menjadi hutan beton dengan estetika tinggi. Bangunan masjid dan perkantoran didesain dengan unik dan indah. Ada gedung yang mirip lempengan koin, gedung paling miring di dunia dengan ilustrasi tiupan angin di padang pasir yang mengalahkan menara pisa di italia. Gedung ini sempat ditayangkan film dokumenter di Nat Geo. Bangunan iconic seperti ini banyak terdapat di Abu Dhabi. Ruang terbuka hijau juga disediakan oleh pemerintahnya. Tapi kondisinya sepi karena pada saat itu siang hari di musim panas, suhunya aduhai sekali diluar ruangan.

Gedung tertinggi di dunia ada di Dubai, Burj Khalifah. Mall terbesar di dunia ada di Dubai. Hotel termewah dan termahal ada di Dubai, Burj Al Arab. Hanya leader top 15 asia yang diajak masuk dan makan siang disini. Dubai dan Abu Dhabi memang tidak memiliki bangunan bersejarah seperti yang banyak terdapat di negara eropa barat, tapi pemerintahnya seolah berkata, generasi terdahulu tidak meninggalkan bangunan-bangunan bersejarah maka saya yang akan membangun sejarah mulai dari sekarang. Spirit buat para peserta Oriflame Gold Conference, ayo bangun sejarahmu disini, di Oriflame!

Burj Al Arab
Yeahhhh!!!

Ketika berjalan-jalan ke pasar rempah-rempah dan pusat emas di Dubai baru deh terlihat kehidupan yang lebih bergeliat. Banyak lalulalang orang. Kuli angkut seperti di pasar Tanah Abang ada juga rupanya. Mata jadi berbinar-binar lihat emas yang indah dan cantik. Pantes beberapa kawan bilang kalau ke Arab jangan lupa beli perhiasan emas. Selain emas yang menarik juga bagi saya adalah kurmanya. Dimana-mana ada pohon kurma. Ketika berkunjung ke masjid di Abu Dhabi ada seplastik kurma yang sudah mateng pohon tergeletak didekat pohonnya. Andai ada penjaganya saat ini saya mau bilang mau minta 1 kilo bijinya buat ditanam di Indonesia. Kurma adalah penyelamat dunia dari bencana kelaparan!


Mirip masjid di Turki

Emas emas emas

Rempah-rempah di pasar tradisional Dubai

Diorama masyarakat Arab tempo dulu, di Dubai Museum

Bersantai di Abu Dhabi

Masjid yang indah di Abu Dhabi

---

Yulia Riani/Andri Wibowo
email : makidanpaki@gmail.com
FB Page : makidanpaki
BBM : 7571F860
LINE ID : dryae

Share artikel ini