Ibu Wanita Karir yang Sibuk Mengejar Target

Halo, perkenalkan...

Saya ibu 3 orang anak, umur 7 tahun, 3 tahun dan 1 bulan... 

Kintan, Kinar dan Bagas. 

Saya seorang wanita karir yang sibuk dengan target. 

Saya seorang wanita karir. 

Karir saya dikerjakan dari rumah. 

Kantor saya ada di rumah, di atas kasur dengan tumpukan bantal, selimut, tissu basah, minyak telon dan pampers.

Disitulah laptop dan BB saya diletakkan. 

Dengan rengekan anak-anak rebutan mainan.

Dengan tangisan si bayi yg 2 jam sekali minta ASI. 

Saya ibu yang sangat sibuk!

Sibuk mempersiapkan yang terbaik untuk para buah hati saya. 

Sibuk mengatur IMPIAN jangka panjang dan jangka pendek dalam hidup saya.

Sibuk mengisi hari dengan hal-hal yang membuat saya teruuuss bersemangat MENGEJAR IMPIAN saya. 

Saya sangat suka dengan target!

Saya sangat suka ditarget dan saya tidak pernah melewatkan setiap bulan saya di Oriflame tanpa mentarget pencapaian saya sendiri. 

Saya suka ditarget 9% di katalog pertama saya bergabung, yang ahirnya meleset jadi 6%.

Saya suka ditarget 15% di katalog kedua saya bergabung, yang akhirnya meleset jadi 12%.

Saya suka ditarget 21% di ketiga ketiga saya bergabung, yang akhirnya TERCAPAI! Dan target-target berikutnya yang menghiasi setiap akhir bulan saya :)  

Saya tidak mau hidup tanpa target, karena tidak mau nantinya KAGET. 

Kaget kok telur sekarang sekilo 20ribu yaa... 

Kaget kok bayaran anak sekolah tiap tahun naik 100ribu yaa... 

Kaget kebutuhan makin meningkat...

Kaget apa-apa semakin mahal...

Kaget karena terlalu santai hidup mengalir seperti air, padahal air mengalir hanya ke bawah. Satu hal, Saya tidak mau kaget ketika bapak ibu saya nanti beranjak tua, dan saya belum memberikan mereka apa-apa. 

Saya BUTUH waktu lebih banyak dengan anak-anak. 

Saya BUTUH quality time dengan keluarga. 

Saya BUTUH membahagiakan orangtua saya. 

Saya ibu rumah tangga, yang ingin mengupayakan LEBIH untuk keluarga.

Bubu Sharah bilang : 

”malu, gengsi, takut dihina, dan lain sebagainya rasa seperti itu adalah sesuatu yang abstrak.Tapi kebutuhan susu anak, biaya sekolah anak, orang tua sakit butuh biaya dan lain-lain kebutuhan  hidup di hadapan kita, adalah REAL ! yang nyata dan harus kita tanggung ”

Betul atau betul? 

Gengsi letaknya di bawah kasur. 

Merintis bisnis tidak usah pake gengsi. 

Saya pernah nganter kue naik motor berdua dengan suami juga nggak pake gengsi. 

Apalagi berbisnis canggih bareng Oriflame dan d'BCN ini, dengan waktu fleksible, dengan modal murah, tidak ada kemungkinan bangkrut, ada Cash Award, ada jalan-jalan keluar negri. 

Sebelah mana yang butuh gengsi? 

Saya tidak mundur karena dibilang mengejar materi. 

Saya menjemput rezeki yang sudah disiapkan Allah untuk hamba-NYA yang bersedia bekerja keras menjemputnya. Saya tidak pernah berfikir mundur karena inilah jawaban bagi yang mungkin sama seperti saya, tidak punya modal besar, modalnya hanya IMPIAN besar dan mau belajar.  

Saya mengawalinya 15 bulan yang lalu, dan sungguh bersyukur ada disini. 

Bertemu dengan orang-orang yang positif dan optimis. 

Bertemu dengan orang-orang yang sangat pandai dengan 24 jam yang mereka punyai.

Bertemu dengan para donlen, aplen dan crossline saya yang gigih berusaha. 

Saya banyak belajar. 

Alhamdulillah, saya ibu rumah tangga anak saya 3, saya wanita yang berKARIR dari rumah dan sangat SIBUK dengan TARGET MENGEJAR IMPIAN.

I LOVE IT! ^_^  

Salam Hangat, 


Share artikel ini